Daerah  

Cuaca Ekstrem Melanda NTT, BMKG Rilis Wilayah-wilayah yang Rawan Terjadi Bencana

Ilustrasi cuaca ekstrem

Kupang, KN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang menyatakan NTT akan dilanda cuaca ekstrem.

Potensi cuaca ekstrem terjadi pada tanggal 8-10 Maret 2024 yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana Hidrometeorologi seperti curah hujan sedang hingga lebat sampai ekstrem, banjir, banjir bandang, yanah longsor, angin kencang dan puting beliung.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang Sti Nenot’ek dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini menyatakan sejumlah wilayah di NTT berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.

Wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi adalah Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTU, Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Saat ini wilayah Nusa Tenggara Timur masih berada pada periode Musim Hujan. Terdapat pusaran angin masuk atau Sirkulasi Siklonik di bagian Barat Daya Australia sehingga membentuk daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin di wilayah Nusa Tenggara Timur,” tulis Sti Nenot’ek.

BACA JUGA:  Hasil Rapid Test Sejumlah ASN Reaktif, Pemprov NTT Akan Terapkan Sistem Sif

Ia menjelaskan, kondisi Dinamika Atmosfer juga didukung dengan aktifnya Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Equatorial Rossby serta hangatnya suhu permukaan laut dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer, yang mengindikasikan pasokan uap air di wilayah Nusa Tenggara Timur cukup siginifikan mendukung terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan yang cukup intens.

Hal ini menyebabkan wilayah Nusa Tenggara Timur berpotensi terjadi Hujan Sedang hingga Sangat Lebat bahkan Hujan Ekstrem yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam sepekan kedepan.

“Stasiun Meteorologi kelas Il Eltari Kupang mengimbau pemerintah daerah, masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi Cuaca Ekstrem selama sepekan ke depan,” terangnya. 

Diharapkan masyarakat tidak panik dan lebih mengantisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan akibat Cuaca Ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin, rusaknya atap bangunan, fasilitas umum lainnya dan sambaran petir.

“Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat hujan dengan durasi panjang,” tulis BMKG. (*)