Beberapa nama yang beredar untuk menjadi calon Wali Kota Kupang, kata dia, seperti mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean dan Jefry Riwu Kore.
“Kita perlu mendorong anak muda agar bisa tampil dalam panggung yang sama,” kata dia.
Menurut Mahasiswa FISIP Unwira Kupang itu, munculnya sosok lain yang membawa gerbong dan gerakkan anak muda bisa membuat ruang demokrasi menjadi hidup dan menjadi topik diskusi yang hangat.
Anak-anak muda atau pemilih milenial menjadi modal utama, sebab jumlahnya semakin banyak dan pola pendekatan yang sangat berbeda.
“Kita perlu belajar dari politik riang gembira dan membawa gerbong anak milenial dalam politik, seperti pada Pilpres kemarin,” tukasnya.
Peter mengatakan, dari hasil diskusi Komunitas Dialektika Kota Kupang, sosok muda yang cukup berkompeten adalah pengacara Bhildad Thonak.
“Kami menilai dirinya sosok yang bisa mewakili anak muda. Dalam beberapa penanganan kasus yang besar di NTT dia dianggap cukup berhasil sebagai pengacara,” katanya.
Meski begitu, Peter menyebut masih banyak tokoh muda lain yang juga perlu didorong dalam panggung yang sama.





Tinggalkan Balasan