Dijelaskan, maksud dan tujuan GSP melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberikan informasi, edukasi, dan pemahaman kepada masyarakat NTT tentang pentingnya Pilpres 2024 dengan sekali putaran untuk menghemat waktu, menghemat biaya, dan menciptakan situasi sosial yang lebih damai.

Jika Pilpres 2024 sampai dengan putaran kedua maka akan sangat merugikan masyarakat dan negara Indonesia. Biaya sebanyak Rp 27 Triliun akan terpakai hanya untuk penyelenggaraan dan pengamanan pilpres putaran kedua.

“Padahal kan biaya tersebut bisa dialihkan menjadi bantuan-bantuan sosial bagi masyarakat misalnya subsidi pupuk, BLT Elnino, subsidi rumah sangat sederhana, dan lain sebagainya. Jadi mari wujudkan Pilpres sekali putaran dengan cara mencoblos Prabowo-Gibran pada 14 Februari 2024 nanti,” ajaknya

GSP yakin gagasan tentang hemat waktu, hemat biaya, dan lebih damai akan diterima oleh setiap masyarakat yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik, tanpa fitnah, tanpa caci maki, tanpa polarisasi antar anak bangsa.