“Ini memang saya mau sebagai representasi dari wajah-wajah seperti perempuan mudah dan tenaga kesehatan. Walaupun pemerintah berusaha sebaik mungkin, tapi masih banyak hal yang kurang dan bisa diperbaiki. Apalagi kesehatan di kepulauan NTT ini,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyentil terkait persoalan penanganan stunting yang sampai hari ini masih berkutat di bumi NTT.

“Kalau bicara stunting itu adalah bicara hal yang kronis atau hal yang sudah lama terakumulasi. Itu adalah salah satu contoh suatu sistem kegagalan suatu sistem kesehatan secara jangka panjang,” pintanya.

Ia menyebut, stunting itu tidak muncul secara tiba-tiba. Artinya stunting terjadi sudah lama. Sehingga bicara stunting tidak hanya pada anaknya saja, tetapi mulai dari ibu, keluarga, dan saat ibu melahirkan.

“Apalagi sekarang banyak pernikahan dini itu juga banyak kontribusi terhadap stunting. Yang kedua itu kita harus siap data yah, karena ada yang bilang stunting itu turun sedangkan stunting itu tidak mungkin turun. Berarti mungkin ada kesalahan terhadap datannya, atau mungkin kesalahan sistem posyandu kita, misalnya fasilitas kurang dan lainnya,” pintanya.