Kegiatan tersebut tampak diikuti oleh masyarakat Desa Taworara yang terdiri dari para Pasangan Usia Subur, Ibu Hamil dan para kader posyandu juga masyarakat umum.
Pantauan media ini, anggota DPR RI dan BKKBN banyak memberikan elaborasi dan mengedukasi masyarakat di Desa Taworara terkait apa itu Stunting, dan bahaya Stunting sebagai sebuah ancaman serius bagi generasi, juga terkait peran masyarakat dalam mempercepat penurunan stunting.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pengetahuan masyarakat, guna mendukung upaya percepatan stunting nasional yang saat ini sedang dikebut oleh pemerintah,” ujar Ratu Wulla.
Hal sama turut diungkapkan oleh Kepala BKKBN wilayah NTT, dr. Elza Pongtuluran. Ia berharap upaya percepatan penurunan Stunting dapat tercapai sesuai target nasional.
Bagi-bagi Hadiah
Kegiatan itu tidak hanya diisi dengan materi kampanye percepatan Stunting, BKKBN dan Anggota Komisi IX DPR RI juga melakukan pembagian hadiah bagi para penannya dan pemberi jawaban terbaik bagi peserta sosialisasi hari itu.
Adapun hadiah yang dibagikan dalam kegiatan tersebut adalah Magicom, Setrika, Rice Bucket dan Dispenser.
Anggota DPR RI Ratu Wulla menyebut pembagian hadiah tersebut bagi penanya dan penjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab, merupakan hal motivasi bagi masyarakat untuk mengikuti materi penting yang disampaikan dalam sosialisasi yaitu terkait upaya percepatan penurunan stunting.
“Saya memberi apresiasi kepada masyarakat Taworara karena saya melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, untuk mengikuti kegiatan tersebut. Bukan karena motivasi hadiah yang disediakan oleh panitia kegiatan, namun karena semangat untuk mendapatkan pengetahuan tentang Stunting bagi masyarakat,” terangnya.
Kepala BKKBN Wilayah NTT dr Elsa Pongtuluran berharap ,kegiatan yang digelar hari itu sebagai salah satu upaya untuk menurunkan Stunting di NTT dapat memberi bekal pengetahuan yang cukup bagi masyarakat di Desa Taworara untuk bersama pemerintah melawan Stunting.







Tinggalkan Balasan