Ruteng, KN – Guna menjamin ketersediaan air minum bersih untuk masyarakat bupati Manggarai Herybertus G.L.Nabit didampingi Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Komodo Ruteng Marselus Sudirman memantau di sejumlah titik mata air yang ada di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
Komitmen orang nomor satu di Kabupaten Manggarai ini dalam menyelesaikan permasalahan air di wilayah yang ia pimpin saat ini tampak begitu serius. Sebab pada dasarnya air adalah sumber kehidupan manusia.
Hal ini dibuktikannya saat di awal tahun 2024 ini, ia terus memantau secara langsung proses penyaluran air mulai dari sumbernya pada Kamis, 11 Januari 2023.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran perhatian bupati dalam kunjungan kali ini adalah sumber air Wae Pong, Wae Mese (I,II) yang terletak di Waso Kelurahan Waso dan Wae Rowang di kelurahan Rowang, serta Wae Decer yang terletak di Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong. Ketiga sumber mata air ini posisinya sangat dekat dengan pemukiman penduduk.
Oleh karenanya, dengan berbagai upaya dan langkah langsung, ia lakukan guna menyelesaikan beberapa keluhan dari masyarakat mengenai permasalahan air yang ada.
“Kegiatan hari ini utamanya adalah merespon keluhan dari masyarakat selama beberapa bulan terakhir,” ucap Hery Nabit kepada wartawan.
Keluhan selama ini kata dia, adalah tentang suplai air bersih. Dimana beberapa tempat yang ada di kota Ruteng ini ada begitu banyak yang mengeluh baik melalui media maupun langsung ke PDAM.
Menurutnya, dasar dari kurangnya debit air yang ditemukan itu berawal dari hulunya seperti dari permukiman.
“Artinya selama ini gerakan penghijauan yang tidak terlalu masif. Karena itu maka tahun ini kita akan melakukan penghijauan lagi,” tuturnya.
Kendati demikian, Ia juga mengakui jika pihak PDAM dalam pelayanannya selama ini sudah cukup maksimal melalui berbagai cara dan langkah juga terobosan-terobosan yang ada.
“Hari ini beberapa tenaga ahli yang ada mendatangi dibeberapa titik lokasi sumber mata air untuk melihat, lalu ujungnya ada beberapa hal yang bisa kita buat, mulai dari review anggaran, analisa tingkat kebocoran kemudian pertambahan penduduk,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Hery juga menyebutkan soal jaringan dalam kota Ruteng yang sampai dengan saat ini telah mencapai usia puluhan tahun.
“Apalagi anggaran yang begitu cukup besar, bukan untuk kebutuhan hari ini saja namun untuk kebutuhan di 15-20 tahun mendatang. Kemudian arahan kami yang paling penting kepada PDAM selama ini adalah kepastian mengenai layanan yakni kemungkinan ada penjadwalan seperti selama ini.
Karena itu, ia mengimbau kepada pengguna layanan bahwa tingkat kebocoran sangat tinggi, oleh karenanya masyarakat diminta untuk selalu bersabar.
“Jadi kepada masyarakat, kita mohon kesabaran dan pengertian, yakinlah bahwa kita sedang menangani ini dengan sangat serius,” tutupnya.
Diketahui, selain Bupati dan Dirut PDAM hadir juga beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta beberapa tim ahli. (*)