Sebagai salah satu tokoh muda di Kota Kupang, Semy berkeinginan membantu warga pemulung. Ia mengatakan siap berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodowick Djungu Lape agar warga pemulung bisa mendapatkan hak kesejahteraan sosial melalui PKH maupun bantuan-bantuan sosial lainnya.
Ia juga berharap pemerintah kelurahan setempat bisa turun lapangan melihat langsung kondisi warga pemulung yang hidup di gubuk-gubuk. “Paling tidak bisa membantu mereka saat musim hujan seperti ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Firda Riwu Kore yang adalah Caleg DPR RI Dapil NTT II. Di sela-sela diskusi bersama warga pemulung, Firda mengatakan pemerintah mesti memberi perhatian serius untuk warga pemulung, khususnya anak-anak.
Pasalnya, anak-anak harus dibesarkan dalam lingkungan yang sehat karena mereka saat ini dalam masa pertumbuhan. Pemerintah juga perlu memikirkan tentang pendidikan mereka.
“Kesehatan anak-anak mesti jadi perhatian, apalagi cuaca hujan seperti sekarang,” kata caleg nomor urut 7 ini.
Ia juga berharap adanya pendataan yang akurat di tingkat RT dan RW hingga kelurahan dan kecamatan. Dengan begitu, warga yang butuh dibantu benar-benar terdata dengan baik. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar program seperti PKH tepat sasaran dan tentu bisa membantu keluarga-keluarga seperti ini.
“Ini mungkin soal sosialisasi, tidak bisa dengan sistem online seperti ini membiarkan warga dengan pengetahuan minim mengakses dan mendaftar sendiri. Harus ada petugas yang turun langsung dan intens untuk membantu warga untuk didata. Pemerintah harus bisa memberikan kemudahan akses itu, sehingga mereka bisa terdapat sebagai penerima bantuan,” pungkasnya. (*)






Tinggalkan Balasan