Keempat di Bidang kelautan dan perikanan, Potensi Perikanan Tangkap NTT mencapai 393.360 ton per tahun, sedangkan saat ini realisasi pemanfaatannya baru mencapai 139.050 ton atau sebesar 35,34 persen. Peluang investasi di bidang perikanan antara lain: kapal nelayan modern, pabrik es dan pengalengan ikan, container berpendingin serta armada yang lebih kecil untuk logistik rantai dingin yang lebih lincah. Peluang di bidang garam dan rumput laut adalah pengembangan end-to-end pada sisi hulu maupun hilir, dapat pula bekerjasama dengan petambak lokal.

Kelima, Bidang Energi dan Pertambangan, adapotensi Energi Baru Terbarukan yang bersumber dari laut yang dapat dikembangkan sebagai pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) memanfaatkan karakteristik beberapa selat di NTT yaitu Selat Pantar, Selat Gonzalu, Selat Boleng, Selat Molo Manggarai dan Selat Larantuka.

Sejak tahun 2017, Pulau Flores juga telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai pulau Panas Bumi. Pulau Sumba dan Pulau Timor sesuai untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya karena tingginya intensitas sinar matahari. NTT juga kaya akan potensi pertambangan seperti mangan, pasir besi, bauksit, dan pasirkuarsa, dengan kualitas tinggi akibat faktor alamiah.

“Dalam rangka mendorong pertumbuhan investasi, Pemerintah Provinsi NTT telah menerapkan kebijakan pembebasan biaya penerbitan dokumen, penyederhanaan birokrasi perizinan secara elektronik dan terintegrasi, serta percepatan pelayanan masyarakat melalui membangun sistem pelayanan publik terpadu,” ujar Rita.

Pemerintah Provinsi NTT berharap, melalui kegiatan Forum Kemitraan Bisnis RI – RRT ke – 4 ini dapat mendorong peningkatan investasi dari negara Republik Rakyat Tiongkok  ke negara Republik Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Badan Karantina Indonesia, Ketua China Chambers, Duta Besar RRT untuk Indonesia di Jakarta, Duta Besar RI untuk Tiongkok di Beijing, Staf Khusus Menko Marves Bidang Infrastruktur dan Tekhnologi/Wakil Sekretaris Jenderal I HDCM RI-RRT dan Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mewakili Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake, SH, MDC yang sekaligus merupakan Sekretaris Jenderal HDCM RI-RRT. (*/kn)