“Kami apresiasi peran investor Tiongkok yang telah menjadi industri pionir, meletakkan fondasi dan membawa perubahan signifikan untuk hilirisasi industri dan pemerataan ekonomi di Indonesia,” ungkap Erick Thohir.
Dikatakan Menko Marves AI, Indonesia juga mendorong peningkatan kerja sama pengembangan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan kesehatan, mulai dari herbal dan food estate, perikanan, hilirisasi ekonomi biru, penelitian dan observasi laut dalam, pengembangan EBT, bioteknologi, termasuk National Gene Bank dengan BGI.
“Pengembangan talenta, pelatihan vokasi dan kejuruan, didukung dengan kerja sama sains dan teknologi juga sangat penting untuk populasi kedua negara kita yang mencapai 1,7 miliar orang atau lebih dari 20 persen populasi dunia,” sambungnya.
Ia meyakini, kerja sama yang berlandaskan prinsip saling percaya, menghormati, dan menguntungkan akan membuat kedua negara mampu mengoptimalkan keunggulan sumber daya. Hal ini akan membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat kedua negara.
“Sebagai dua negara besar, baik dari segi luas wilayah dan populasi, kerja sama yang berpegang teguh pada prinsip saling menguntungkan ini akan menjadi kerja sama yang jangka panjang dan berkelanjutan,” terangnya.
Menko Marves AI Erick Thohir mengajak para investor dan pimpinan dunia usaha tak sekadar mendorong kinerja industri, melainkan juga ESG, teknologi ramah lingkungan, dan meningkatkan pengembangan riset dan teknologi di Indonesia.
Ia menyebut Chairman GEM, Prof. Xu Kaihua, menjadi contoh dengan memberikan beasiswa setiap tahun kepada puluhan mahasiswa Indonesia, mendirikan Lab Hidrometalurgi pertama di dalam kawasan industri dan juga membangun Joint-Lab untuk energi baru dengan ITB dan universitas unggulan lainnya di Indonesia.
“Investasi yang paling berharga adalah investasi kepada manusia. Pembangunan yang paling bermanfaat adalah pembangunan yang berpusat pada pembangunan manusia, pembangunan yang berpusat pada rakyat,” katanya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dra. Flouri Rita Wuisan, MM, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan, Pemerintah Provinsi dan rakyat Nusa Tenggara Timur memberi apresiasi dan sangat berterima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi dan KADIN Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) karena telah memilih Labuan Bajo sebagai tempat penyelelenggaraan Forum Kemitraan Bisnis Indonesia-Tiongkok Keempat ini.







Tinggalkan Balasan