Menurutnya, struktur bangunan RISBA sudah melalui tahapan penelitian berupa analisis struktur, desain, dan pengujian di laboratorium untuk mengetahui kinerja ketahanan gempanya sehingga dapat mencegah kerusakan berat yang kerap terjadi pada rumah pada saat gempa.
Sehingga ketika terjadi gempa di Nefo, Kabupaten Kupang usai seroja terjadi tahun 5 April 2021, pihaknya mengundang sejumlah doktor di bidang Teknik dari UGM untuk menganalisa bangunan, termasuk gereja-gereja di Sabu Raijua.
“Jadi saya bawa ketemu ibu Ketua (GMIT) untuk ke Sabu analisa gedung agar bagaimana bisa tahan Seroja. Sedangkan di Batuna 13 rumah hilang. Sehingga kita bangun rumah tahan gempa,” ujar Robert kepada wartawan, usai mendampingi Ganjar meresmikan Risba di Amarasi Barat tersebut.
Ia menjelaskan, rumah tahan gempa dibangun 1 unit sebagai contoh, agar kelak bisa dibangun di wilayah lain di NTT.
Selain rumah tahan gempa, Kagama juga membagikan 3000 lembar seng, kayu, paku, pemberdayaan ekonomi di Panti Asuhan 221, serta bakti sosial di 3 panti asuhan, juga pembagian APD kepada 3 rumah sakit di NTT.





Tinggalkan Balasan