“Kunjungan Ganjar ke NTT dan disambut dengan baik menunjukkan massa pendukung PDI-P tidak terkena disonansi kognitif pascahubungan yang kurang harmonis antara Jokowi dan PDI-P,” kata Algooth.
Senada juga dikatakan, pengamat politik Dr Surokim Abdussalam. Menurutnya, masyarakat NTT tidak terpengaruh dalam konflik elite yang saat ini terjadi.
Masyarakat NTT, kata Surokim, lebih melihat sosok Ganjar sebagai personal yang memiliki kesamaan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika bertemu dengan masyarakat.
“Bisa jadi masyarakat juga tidak terlalu larut dalam konflik elite. Yang mereka lihat apa yang mereka temui langsung dan sepertinya masyarakat timur lebih melihat faktor personal di mana Pak Ganjar dianggap memiliki kesamaan dengan Pak Jokowi,” katanya.
Dia menambahkan, sosok Ganjar yang sederhana, perhatian, mau turun ke bawah, serta cara menguatkan dan menginspirasi masyarakat bawah juga menjadi faktor tingginya masyarakat untuk bertemu dengan Ganjar.
“Harus diakui, Pak Ganjar punya kemiripan dengan Pak Jokowi jika dilihat dalam banyak hal, terutama kesederhanaan, cara memberi perhatian, turun ke bawah dan caranya menguatkan serta menginspirasi masyarakat bawah. Wajar kalau beliau mendapat sambutan begitu,” imbuhnya. (*/kn)





Tinggalkan Balasan