“Air masih menjadi tantangan yang cukup besar di Provinsi NTT, baik dari sisi akses, distribusi, kualitas, serta mitigasi bencana yang diakibatkan oleh air. Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan kerja sama yang baik antar Balai dan Dinas PUPR di Provinsi NTT,” jelasnya.
Dikatakan Kepala BPJN NTT, kegiatan Hari Bakti PU ke-78 ini, dimana panitianya terdiri dari pegawai antar Balai dan Dinas, sejatinya bertujuan untuk semakin mengokohkan kerja sama lintas Balai dan Dinas yang sudah baik selama ini.
“Melalui kerja sama yang baik, insan PUPR harus dapat menerobos berbagai rintangan untuk dapat terus melayani masyarakat dengan infrastruktur yang handal,” jelasnya.
Ia menambahkan, yang berbeda dari Peringatan Hari Bakti PUPR Tahun 2023 adalah, semua Panitia adalah Generasi Muda PUPR (GenMud PUPR).
“Hal ini dilakukan agar memberikan ruang kepada Generasi Muda kita untuk berkreasi, menumbuhkandan menungkatkan rasa percaya diri dan lebih dapat mempererat tali persaudaraan baik dari Generasi sebelumnya (Para Pensiunan yang sekarang bergabung dalam IPPU), Generasi yang saya sebut GenTeng (Para Senior yang masih Aktif) dan Generasi Muda,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan