“Selama ini sudah ada wacana dari dinas pertanian sendiri, tapi karena ruangnya terbuka dari DPR RI dan Kementrian Pertanian dan memang peralatan kita banyak yang rusak. Salah satu opsi yang dipakai untuk mengurangi beban kelompok kita akan laksanakan bengkel alsintan berupa bengkel berjalan,” ujarnya.

Bengkel-bengkel tersebut nantinya akan melayani semua mesin-mesin pertanian kita yang selama ini sudah rusak.

“Kita akan pakai pola ini. Sehingga teman-teman kelompok tidak perlu keluar uang banyak. Tetapi kita fasilitasi dan akan perbaiki untuk semua kelompok tani,” katanya.

Laurensius menambahkan, saat ini pihaknya telah dan akan menghimpun semua peralatan masing-masing kordinator di BPP guna mengupayakan perbaikan dan pergantian.

“Berharap bantuan dari ibu Julie Laiskodat bisa membantu petani dan usulan ini bisa teralisasi pada tahun 2024,” pungkasnya. (*)