Ridwan Arif dari Koaksi Indonesia sebagai Perwakilan Koalisi Sipil sekaligus Ketua Panitia pelaksana PRF Tahun 2023 menuturkan keinginannya menjadikan PRF sebagai ruang untuk membawa isu krisis iklim lebih dekat ke semua pihak, bukan hanya pihak yang fokus pada isu Lingkungan, namun komunitas atau kelompok-kelompok lain misalnya pegiat seni, pangan dan pihak-pihak lain untuk lebih peduli pada krisis iklim. “Karena krisis iklim akan dirasakan oleh semua pihak,” ujar Ridwan.
Kegiatan puncak selama dua hari yang dihadiri lebih dari 4000 lebih pengunjung tersebut juga menghadirkan berbagai aktivitas dimulai dari konser musik, gelaran Budaya, dan pangan lokal khas NTT. Masyarakat diajak terlibat secara langsung untuk menyuarakan krisis iklim bersama.
Selama Pesta Raya Flobamoratas, berbagai kegiatan dan acara digelar untuk meningkatkan kesadaran tentang isu perubahan iklim. Para pengunjung diajak untuk terlibat dalam diskusi, pertunjukan seni yang menggambarkan dampak perubahan iklim di NTT.
Selain itu, acara ini juga menyediakan platform bagi komunitas lokal, untuk berkolaborasi dalam merancang solusi-solusi konkret untuk mengurangi dampak krisis iklim.





Tinggalkan Balasan