“Selanjutnya ada malam budaya yang merupakan rangkaian dari pementasan budaya NTT yang menghadirkan kuliner khas NTT, tenun, tarian, musik, dan komoditas lokal, termasuk kopi, dan lain-lain,” ungkapnya.

Dia menyebut, kegiatan Festival Kawasan Indonesia Timur akan menjadi bagian dari proses interaksi yang dilaksanakan secara regional, untuk meningkatkan kebanggaan terhadap produk dan budaya sendiri.

“Yang terakhir ada local champion incubator yang pertama kali diselenggarakan BaKTI dan Pemprov NTT, yang akan mengambil 4 desa di NTT yang akan menginspirasi pembangunan bagi desa-desa di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Mewakili Pj Wali Kota Kupang George M. Hadjoh, Asisten II Sekda Kota Kupang Ignasius Lega menyampaikan, sebagai tuan rumah, pemerintah Kota Kupang mendukung penuh Festival Kawasan Indonesia Timur.

Ia menyampaikan mulai tanggal 22 Juli 2023, pihaknya akan melaksanakan sejumlah persiapan untuk menyambut malam budaya pada tanggal 27 Juli 2023.

“Ada beberapa rangkaian acara mulai dari tanggal 22 sampai 26 di Kantor Gubernur setiap malam. Kemudian tanggal 27 Juli kita akan bersama-sama BaKTI menggelar malam budaya,” ucapnya.