Sebelumnya, dalam pemenuhan kebutuhan listrik, masyarakat memanfaatkan pelita dan genset pribadi untuk menerangi pada malam hari. Namun, penggunaan genset dirasa sangat berat. Untuk Rp100 ribu pembelian bahan bakar genset hanya mampu digunakan selama tiga sampai empat jam saja.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, PLN berkomitmen penuh mendukung pemerataan akses dan percepatan penyediaan listrik di seluruh tanah air. Selain itu, hal ini dilakukan sebagai upaya mengejar target rasio elektrifikasi sebesar 100 persen pada 2024.
“Kami siap mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan serta meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Karena itu, PLN akan terus hadir menerangi masyarakat hingga pelosok negeri,” kata Darmawan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono menjelaskan, listrik tersebut disuplai langsung dari sistem kelistrikan Teminabuan yang bersumber dari PLTD Komaulin. Selanjutnya, PLN juga membangun 10 unit gardu distribusi yang memiliki total kapasitas 550 kilovolt ampere (kVa), jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 38,15 kilometer sirkit (kms) serta 10,44 kms, dan jaringan tegangan rendah (JTR) hasil sinergi antara Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong bersama PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Barat.





Tinggalkan Balasan