Dia mengakui, jika bazar yang digelar selama dua hari ini sangat luar biasa, memuaskan, dan membanggakan. Karena para siswa atau peserta didik betul-betul berpartisipasi dalam kegiatan itu.
“Di sini kita bisa lihat anak-anak membuat juice menggunakan bahan yang sudah disiapkan, membuat spageti dan kerajinan tangan lainnya,” ungkap Selfani.
Kegiatan bazar ini dijadikan agenda atau program rutin tahunan, dan menjadi salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki para siswa.
Selain itu, melalui program bazar pihak sekolah bisa berkomunikasi secara langsung dengan orang tua siswa.
“Karena selama ini komunikasi hanya melalui group dan saat penerimaan rapor. Jadi kegiatan bazar ini adalah salah satu kesempatan untuk bisa bertemu orang tua siswa,” pungkasnya.
Ketua Panitia BMS Market Day Hilda Molina menjelaskan, lewat kegiatan tersebut, pihaknya mengajak para siswa untuk belajar tentang micro ekonomi, seperti membuat makanan dan menjualnya kepada pelanggan.
Selain itu para siswa mengkalkulasikan keuntungan dari hasil penjualan, belajar tentang marketing, menjual, dan menawarkan usaha kepada orang tua mereka.





Tinggalkan Balasan