“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Pemerintah membutuhkan gereja, dan semua stakeholders yang ada di Kota Kupang untuk bergerak,” pintanya.
“Satu tahun saja stunting bisa beres, apalagi kita memberikan diri kita secara total untuk kerja stunting, pasti bisa selesai,” tegas George Hadjoh.
Gereja Turun Tangan
Dihubungi terpisah, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Samuel Pandie mengatakan masalah stunting adalah masalah kemanusiaan, karena itu, Gereja tidak bisa membiarkan pemerintah berjalan sendiri.
“Ini ancaman bagi generasi kita dan juga generasi Gereja. Karena data-data yang dimiliki oleh pihak Puskesmas maupun Pemerintah itu, penyumbang 80% stunting itu justru di gereja-gereja GMIT,” ujar Pdt. Samuel Pandie.
Ia menjelaskan, stunting bukan hanya terjadi pada keluarga miskin, tapi juga menyerang anak-anak dari keluarga mampu.
Sehingga pihaknya terus bekerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang makanan bergizi, yang harus diberikan kepada anak-anak.





Tinggalkan Balasan