Diharapkan, setelah mengenyam pendidikan di Kota Kupang, para siswa bisa memiliki mind set yang lebih baik untuk kembali dan membangun kawasan perbatasan lewat disiplin ilmu yang mereka dapatkan.
“Mereka akan masuk di sekolah-sekolah yang bermutu di Kota Kupang,” tandas Linus Lusi.
Sementara Kepala Sekolah SMP San Daniel Oepoli Romo Januario Gonzaga mengatakan, Kelor atau Merungga merupakan tanaman yang banyak ditemui di wilayah Oepoli.
“Tetapi banyak masyarakat yang belum menyadari nilai gizi yang terkandung di dalam makanan tersebut. Kadang ditebang atau tidak dipelihara dengan baik,” ujar Romo Januario.
Ke depan, pihak sekolah maupun para siswa akan diperbiasakan menanam Merungga sehingga bisa dikonsumsi setiap hari.
Romo Januario menjelaskan, SMP San Daniel Oepoli berada di wilayah perbatasan Timor Leste dan Indonesia, tepatnya di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang.
Menurutnya, selama ini perhatian dari pemerintah Provinsi dan Kabupaten terhadap sekolah SMP dan SMA di wilayah perbatasan Oepoli sangat baik.





Tinggalkan Balasan