Markus Nesimnasi selaku Ketua Kelompok Tani Sonmesi dalam testimoninya, mengaku puas dengan program TJPS pola kemitraan yang dikembangkan oleh pemerintah Provinsi NTT bersama Bank NTT dan Offtaker.

“Karena kami didampingi, sehingga sebelumnya dalam setahun kami hanya panen 2 atau 3 ton, tapi kali ini kami bisa panen 6 hingga 7 ton,” ujar Nesimnasi.

Ia menyampaikan, pihaknya membutuhkan traktor untuk pengelolaan lahan. Pasalnya dengan bantuan traktor, mereka lebih mudah mengolah lahan, dan hasilnya pun lebih maksimal.

Dikatakan Nesimnasi, total anggota kelompoknya berjumlah 11 orang, dan mereka mengelolah 10 hektar lahan tanaman jagung.

Dari 10 hektar lahan, pihaknya baru menjual jagung hasil panen dari 0,5 hektar, sehingga keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp8 Juta, setelah dipotong pinjaman Kredit Merdeka Bank NTT.

Nesimnasi menambahkan, uang hasil keuntungan akan digunakan untuk membeli dan mengembangkan ternak Sapi.

“Uang yang ada akan kami gunakan untuk membeli 2 ekor Sapi, sehingga kami bisa kembangkan dengan memanfaatkan batang jagung,” tandasnya.