“Bazar Murah ini juga digelar dalam rangka menekan laju inflasi di NTT dan Kota Kupang pada khususnya,” ujar Hutama Wisnu dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, persoalan inflasi menjadi perhatian seluruh instansi di Indonesia, sehingga setiap hari senin, pihaknya mengikuti rapat koordinasi bersama Mendagri dan tim pengendali inflasi untuk membahas pengendalian inflasi.
“Inflasi semula dipicu oleh kenaikan harga BBM, sehingga bahan-bahan Sembako ikut naik. Padahal bahan-bahan Sembako selalu kita butuhkan. Coba kita bayangkan, inflasi di Kupang, 5-7%, dan ini disebabkan oleh harga BBM dan harga Beras,” ungkapnya.
Kajati NTT menambahkan, selain BBM dan Beras, bawang merah, bawang putih dan cabe juga ikut menyumbang terjadinya inflasi.
“Bertolak dari hal tersebut, kami Kejati NTT bersama Persaja, IAD, Kejari Kota Kupang dan Kejari Kabupaten Kupang menyelenggarakan Bazar ini. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok, yang harganya pasti naik di lebaran ini,” tegasnya.
Ia menyarankan masyarakat NTT, untuk perlu melakukan penanaman bahan pokok seperti sayur dan bawang, sehingga jangan lagi bahan-bahan pokok tersebut didatangkan dari daerah lain.





Tinggalkan Balasan