Pdt. Samuel Pandie menjelaskan, Stunting bukan hanya terjadi pada keluarga miskin, tapi juga menyerang anak-anak dari keluarga mampu. Sehingga pihaknya terus bekerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang makanan bergizi, yang harus diberikan kepada anak-anak.

“Kita juga menyiapkan dana untuk pemberian makanan tambahan selama 3 bulan. Kita bersyukur kita baru menangani dua minggu, itu sudah ada  angka penurunan dari 518 anak itu ada penurunan 50%,” katanya.

Ia meyakini bahwa Stunting tidak akan selesai, tapi selama kepedulian dan perhatian terhadap generasi, maka tindakan sekecil apapun, bisa menolong anak-anak untuk keluar dari masalah Stunting.

Atas kerja kerasnya, pihak Majelis Klasis Kota Kupang Timur diberikan penghargaan oleh pemerintah Kota Kupang, sebagai salah satu Orang Tua Asuh dari Anak/Balita Stunting, yang berhasil membantu pemerintah menurunkan angka Stunting di Kota Kupang.

“Kami kaget juga karena terima penghargaan. Kami dapat informasi bahwa penghargaan ini berkat kerjasama Unicef dengan Pemerintah Kota Kupang dan kita menjadi satu-satunya Gereja yang memberi perhatian terhadap stunting,” tegasnya.