“Bulan Oktober, hasil skrining HB remaja putri SMAN 6 Kupang dan SMAN 1 Kupang di bawah 11 berjumlah 46%. Kemudian ada bantuan dari beberapa UMKM, juga Ketua TP PKK Provinsi NTT (Bunda Julie), diberikan konsumsi makanan yang dihitung nilai gizinya pada sarapan pagi, juga penambahan serbuk Marungga NTT. Kita skrining lagi dua minggu lalu persentasinya 16%,” ujar Ruth Laiskodat.

Ia menjelaskan, dalam rangka PMT pihaknya sudah memiliki petunjuk teknis (juknis) untuk dilaksanakan oleh seluruh pemerintah Kabupaten/Kota di NTT.

Juknis itu berupa ada Surat Edaran Gubernur tentang pemberian tambahan serbuk Marungga NTT, dengan perhitungan gizi yang sudah ditentukan.

Dinas Kesehatan Dukcapil Provinsi NTT sudah menyiapkan juknis dan diedarkan kepada 436 Puskesmas dan Dinas Kesehatan di seluruh Kabupaten/Kota di NTT.

“Juga ada pembuatan 8 menu yang sudah dihitung gizinya. 2 menu untuk ibu hamil KEK sebagai contoh dengan makanan lokal, dan 6 menu untuk anak-anak gizi kurang,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kota Kupang yang berhasil menurunkan angka Stunting dari 21,5% ke angka 19,0% atau turun 2,5%.