Konservasi yang dilakukan pihaknya bersama Balai TNK, bukan saja berkonsentrasi pada habitat Komodo namun seluruh ekosistem yang ada di TNK termasuk biota di dalam laut.
Konservasi ini dilakukan semata-mata hanya untuk menjaga keberlangsungan destinasi Pariwisata Premium TNK.
“Bukan hanya komodo yang kita jaga tapi seluruh ekosistem yang ada di TNK. Terumbu karang dan kehidupan bawah laut juga harus kita jaga. Artinya, kalau tidak ada semua itu, apalah artinya Pulau Komodo, Pulau Padar,” jelasnya.
Selain melakukan konservasi, ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga melibatkan masyarakat dalam pengawasan dan pengamanan di wilayah TNK.
Hal lain yang telah dilakukan pihaknya dalam upaya konservasi adalah dengan melatih guide lokal sebanyak 30-40 orang di Pulau Komodo dan Pulau Padar dan telah diperlengkapi dengan skill pelatihan dan sarana dan prasarana.
“Ini yang paling penting. Ada orang yang naik ke Padar pingsan, bahkan ada yang meninggal. Jadi faktor keamanan yang menjadi target utama kami,” ucapnya.





Tinggalkan Balasan