Sementara itu, Rafael Radu Bani Ketua Kelompok Tani Kadabba Mopir mengungkapkan, panen kali ini merupakaan panen perdana untuk lahan baru. “Ini adalah panen perdana untuk lahan di sini dan hasilnya lumayan baik. Kami juga senang dengan kedatangan Gubernur yang memberikan kami motivasi dan memang kami akui program TJPS ini dapat meningkatkan pendapatan kami sebagai petani jagung,” ungkap beliau.
Di tempat yang sama juga dilaksanakan
kegiatan Penandaan dan Pendataan Ternak dengan pemberian tindik (chip) pada ternak kerbau oleh Gubernur NTT dan Bupati Sumba Barat Daya.
Kunjungan Ke Puskesmas Kori
Usai melakukan panen jagung secara simbolis, Gubernur VBL bersama rombongan kemudian mengunjungi Puskesmas Kori. Pada kesempatan tersebut, Gubernur meninjau ketersediaan sarana dan pra sarana pelayanan kesehatan, bagian pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Laboratorium, Ruang Rawat Inap, ruang persalinan, ruang nifas, dan UGD serta membahas penanganan stunting yang dilaksanakan.
Gubernur VBL meminta kepada pihak Puskesmas untuk mendata secara baik kebutuhan terhadap antropometri (alat ukur tinggi badan, berat badan serta lingkar lengan) untuk diberikan kepada Menteri Kesehatan RI agar segera dibantu.
“Data dengan baik dan secepatnya agar kita bisa informasikan kepada Kemenkes sehingga cepat ditanggapi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan bantuan alat antropometri serta sara lainnya. Kemarin Bapak Menteri Kesehatan yang memberi amanat kepada kita pemerintah daerah untuk mendata segera agar secepatnya alat-alat tersebut dapat dipenuhi segera,” ujar Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut juga, Gubernur juga menyerahkan bantuan berupa kelambu dan bubuk abate untuk membantu mencegah penyakit malaria.
Bantuan tersebut juga diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Kori Stepania Maria Goreti Kaka, A.Md.Kep, serta penyerahan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) lokal yang ditambahkan serbuk marungga (daun kelor) untuk mengatasi kurang gizi dan KEK (Kekurangan Energi Kronis).
Adapun jumlah Pemberian Makanan Tambahan disesuaikan dengan sasaran yang akan diintervensi pada wilayah kerja Puskesmas Kori dan sumber pembiayaanya dari Kementerian Kesehatan RI. (*)







Tinggalkan Balasan