“Saya berterimakasih untuk kritik konstruktif, saran dan masukan yang telah diberikan. Dan saya membuka ruang untuk yang mau berdiskusi secara tatap muka baik tentang pendidikan maupun segala aspek yang berkaitan dengan pembangunan Nusa Tenggara Timur sekarang dan kedepannya,” tulis Gubernur Laiskodat.
Meski demikian ia meminta agar pihak yang ingin berdiskusi harus memiliki pengetahuan yang cukup, kepedulian yang cukup dan keberanian yang cukup untuk memajukan NTT.
“Dengan persyaratan harus memiliki pengetahuan yang cukup, kepedulian yang cukup dan keberanian yang cukup untuk kemajuan Nusa Tenggara Timur. Silahkan menghubungi Protokol Setda Provinsi NTT untuk diagendakan,” tulis Gubernur VBL.
Sebelumnya DPRD Provinsi NTT meminta agar kebijakan sekolah jam 5:30 ditinjau kembali dan sebaiknya dipending dulu.
“Dengan ini kami meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk mengkaji ulang penerapan sekolah jam 5:30 pagi,” kata Yunus Takandewa.
Ia menjelaskan, kondisi fasilitas sekolah di NTT, moda transportasi, dan aspek keamanan siswa dan siswi belum memenuhi syarat penerapan sekolah jam 5:30 pagi.





Tinggalkan Balasan