Orang nomor satu di Kabupaten Belu ini menambahkan, usai kegiatan di Balai Kota Denpasar pihaknya langsung melaksanakan rapat bersama Kepala Bank NTT Cabang Atambua, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah untuk merumuskan langkah langkah strategis berdasarkan pengalaman dalam sharing sesion bersama Pemkab Buleleng dan Pemkot Denpasar.
Selanjutnya, pada hari Selasa tanggal 28 Februari 2023, Bupati Belu menegaskan akan memimpin langsung rapat bersama semua OPD terkait langsung dengan penerimaan daerah dan akan memimpin langsung penerapan digitalisasi pendapatan daerah.
“Kami targetkan bulan Maret 2023 semua objek pajak khusus nya hotel, restoran dan rumah makan sudaj terpasang mesin EDC MPos yang telah disiapkan Bank NTT yang realtime dan online memantau pendapatan/pemasukan dari objek pajak,” ujarnya.
“Kita akan melakukan gerakan serta sosialisasi secara masif kepada masyarakat dan objek pajak serta membentuk team dan Bapenda sebagai leadernya akan sangat banyak membantu karena online dan realtime, maka mesin yang mati atau tidak aktif pun akan dengan mudah saat itu diketahui dan segera di kunjungi ke objek pajak untuk segera diselesaikan seperti yang dilaksanakan di Buleleng dan Denpasar,” sambungnya.
Bupati Belu juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Bank NTT yang telah memfasilitasi Pemkab Belu untuk belajar di Buleleng dan Denpasar yang sukses membangun ekosistem digital.
Turut hadir dari perwakilan Bank Indonesia Jakarta yaitu Asisten Direktur Depertemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Devi Riyanti dan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT S. Doni Heaetubun beserta jajaran, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumba Barat, dan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Manggarai Barat. (*/KN)







Tinggalkan Balasan