IOH Terus Berkomitmen Menjangkau Wilayah Timur Indonesia

IOH sudah memiliki 102,2 Juta pelanggan dengan total lebih dari 3000 karyawan.

Media meet up IOH bersama jurnalis di Kota Kupang. (Foto: Jerica Deasy)

Kupang, KN – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus membangun jaringan menjangkau wilayah Timur Indonesia, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

SVP – Head of Region East Java dan Bali Nusra IOH, Soejanto Prasetya mengatakan, per Februari 2023, IOH sudah memiliki 102,2 Juta pelanggan dengan total lebih dari 3000 karyawan. Perusahaan ini membukukan pendapatan Rp46,7 Triliun pada tahun 2022.

“Layanan 5G sudah aktif di 8 kota di Indonesia. Kota-kota yang sudah tersedia layanan 5G adalah Jakarta, Karawang, Bandar Lampung, Surakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar dan Bali,” kata Soejanto Prasetya kepada wartawan, Jumay 24 Februari 2023.

Ia menjelaskan, IOH hadir dengan menawarkan produk-produk baik prabayar maupun pasca bayar.

Saat ini di wilayah Nusa Tenggara, sudah ada skitar 657 ribu site existing. Pada tahun 2023 IOH fokus untuk menambah site baru di Nusa Tenggara. 

“Komitmen IOH, bahwa 2023 kita bersiap untuk menjangkau wilayah timur Indonesia, salah satunya adalah NTT,” jelasnya.

BACA JUGA:  Unwira Kupang Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional ke-6 ASPAC MER

Soejanto Prasetya menambahkan, target pasar IOH adalah menyasar anak muda dan orang dewasa berjiwa muda yang suka game dan nonton film Korea.

“Itu bedanya IOH dengan yang lain. Klu di 3 kami menyebutnya kuota besar, harganya hemat. Bonusnya juga bisa dipakai untuk apa saja. Begitu juga masa aktif kartunya tidak habis atau always on, serta tidak ada pembagian kuota untuk aplikasi. Jadi nyaman di pelanggan,” tambahnya.

Untuk wilayah NTT, semua wilayah sudah tercover jaringan IOH baik Indosat maupun 3. Sehingga jangan segan-segan menggunakan IOH.

Dalam waktu dekat, IOH juga akan meluncurkan produk wifi rumahan yang bisa digunakan di mana saja. “Per bulan hanya 161 ribu per bulan. Kuotanya 50 Giga. Yang ingin pasang bisa langsung ke galeri IOH,” tutup Soejanto Prasetya. (*)