“Kami sedang berkumpul, tiba – tiba polisi masuk dan bilang kami mau bawa Kepala Desa, Yeremias Nomleni sebagai tersangka,” ujar saksi.

Saat itu, kata dia, Mety Pinis, Sth yang hadir saat itu mengatakan bahwa dirinya tidak melaporkan Kepala Desa, Yeremias Nomleni atas kejadian tersebut.

“Pak Polisi saya tidak lapor Bapak Desa Yeremias Nomleni, kami sementara duduk untuk selesaikan masalah siang tadi,” kata saksi mengulang kata – kata Pendeta Mety Pinis.

Ditambahkan saksi, usai cekcok antara warga dan anggota polri, korban Yeremias Nomleni berjalan keluar dari rumah hingga terjadi adu mulut antara korban dan anggota polisi yang hadir saat itu.

“Saat korban keluar di tempat gelap, ada adu mulut antara korban dan polisi yang namanya Peter Suan. Lalu korban ditarik ke jalan raya. Sampai dijalan saya lihat Pak Danial Ninu langsung angkat tangannya pukul korban hingga jatuh ke tanah,” ujar saksi.

“Saat korban jatuh ke tanah, mama Yohana ibu korban teriak kalau Pak Danial Ninu yang pukul korban, Yeremias Nomleni,” tutup saksi.