Sementara untuk tas, Ivan membuat sejumlah model tas tenteng dengan ukuran yang mudah dibawa kemana-mana. Tas tenun ini terlihat sangat modis karena kesan etnik yang melekat padanya. Dengan tassel dibawahnya, membuat tampilan tas ini semakin cantik modis saat dipakai di hari raya. “Sekarang ini aku lagi suka tas ukuran kecil yang mudah dibawa kemana- mana. Tas tenteng cantik yang bisa dipakai untuk mukenah,” ungkapnya.

Kain Tenun Sumba Timur

Dalam koleksi “Mata Hati” ini Ivan Gunawan bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumba Timur. Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Pulau Sumba dengan Ibukota Waingapu.

“Tenunan Sumba Timur sudah terkenal dimana-mana bahkan motifnya sudah dikutip dan di cetak dalam ragam bentuk kebutuhan, seperti bad cover, gorden dan sebagainya. Kain tenun Sumba Timur dalam gaya dan corak ragam hiasnya berbeda dengan kain tenun dari Kabupaten lainnya yg ada di NTT. Kain tenun Sumba Timur mempunyai kelebihan dalam ornamen dekoratif dengan motif margasatwa yg realistis, motif roh leluhur dan juga motif flora,” pinta Ivan Gunawan.

Menurut fungsinya, tenun Sumba Timur berfungsi sebagai busana adat, hadiah dalam berbagai peristiwa, pembayar denda dalam hukum adat, belis/maskawin dalam adat perkawinan, pembukus jenazah bekal kubur, perhiasan dan barang dagangan.

Di Sumba Timur semakin banyak orang memiliki tenunan maka semakin tinggi status sosialnya, tenunan menurut mereka sama halnya dengan emas atau perak, fungsi religius dan simbolis dari tenunan Sumba Timur terdapat dalam corak motifnya, seperti motif kuda, Kuda merupakan ternak yg sangat berguna sebagai belis dalam adat perkawinan, sebagai alat transportasi sebagai penentu status sosial juga sebagai teman dalam peperangan. Motif udang dan ular, motif ini dikaitkan dengan kepercayaan mereka bahwa pada dasarnya manusia tidaklah mati, pengertian ini dilambangkan dengan pergantian kulit yg dianalogikan dengan kehidupan baru setelah mati.