Bahkan, mesin tersebut bisa melayani masyarakat umum dalam memenuhi transaksi keuangan. Layanan EDC sangat membantu masyarakat sekitar dalam layanan perbankan yang mudah, praktis dan cepat.

“Mesin ini bisa diakses oleh siapa saja, termasuk selama ini membantu masyarakat sekitar. EDC ini layanan bank tanpa kantor. Jadi kami merasakan banyak manfaat dari kerja sama ini. Efeknya juga, lembaga ini sering mendapat bantuan dari Bank NTT, seperti pembangunan taman baca, sumur bor untuk pengembangan usaha holtikultura, peternakan, dan budidaya ikan air tawar, serta benih. Juga ada dukungan dari Bank NTT setiap iven di Seminar Kisol,” terangnya.

Romi Josi mengatakan, pihaknya melihat Bank NTT merupakan sebuah lembaga keuangan daerah, dan terlihat begitu jelas memberi kontribusi layanan jasa perbankan bagi lembaga Seminari Kisol.

Para karyawan juga dapat dipermudah dengan mengakses pinjaman tanpa bunga. Berpikir praktis bahwa kerja sama itu, Bank NTT adalah Bank Daerah yang mestinya semua mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan Bank Daerah ini.

“Bukan berarti bank lain kita tidak berkontribusi, tapi sepanjang masih bekerja sama dengan baik dan ada prinsip saling menguntungkan di dalamnya. Kita pilih yang lebih dekat untuk membesarkan bank daerah, maka kita yang ada di daerah untuk sama-sama hidupkan bank ini. Kerja sama ini kita melihatnya sebagai sesuatu yang positif,” kata Romo Josi.

Romo Josi menjelaskan, ada tiga unit besar yang ada di lembaga Seminari Kisol, yakni sekolah, asrama, dan unit pengembangan aset seperti BLK dan administrasi. Sehingga harapan besarnya, dengan kerja sama saat ini dan kedepan, keuangan lembaga semakin hari semakin berkembang.

Tentu ada tawaran yang lebih lagi dari Bank NTT, seperti layanan sejenis cashback, pihaknya akan melihat itu sesuatu yang positif untuk bisa dijalankan.

“Kalau sisi pelayanan, sungguh luar biasa. Segala urusan itu dipermudah atau tidak mengalami kesulitan. Dikerjakan lebih mudah dan cepat akan hal-hal yang dibutuhkan, namun tentu tetap mengikuti standar-standar yang ada,” tutur Romo Josi.