Edy Hasibuan dan tim menyimpulkan, potongan tubuh manusia itu berjenis kelamin pria dan pada permukaan luka di perut identik dengan luka akibat digigit binatang buas karena seperti bekas cabikan atau gigitan buaya.

“Sebab pasti kematian sangat sulit ditentukan karena hanya berupa body part dari perut sampai ke kaki. Tulang paha kiri diambil untuk sampling pemeriksaan lanjutan yaitu, pemeriksaan DNA,” jelasnya.

Sedangkan tubuh jenazah yang dikira orok bayi yang ditemukan bersamaan dengan potongan tubuh itu, bukanlah jenazah manusia namun bangkai seekor hewan seperti monyet atau kucing.

“Jenazah yang hampir utuh serta berdasarkan pemeriksaan dari tulang-tulang tengkorak dan tulang-tulang lainnya, jenazah tersebut bukanlah jenazah manusia, tetapi jenazah seekor hewan seperti monyet atau kucing. Saat dilakukan pemeriksaan waktu kematian sekitar 1 – 2 minggu dari sejak dilakukan pemeriksaan,” tutup Edi Hasibuan. (mdk/kn)