Menurutnya, kegiatan itu merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapat pencerahan dan semangat baru, sehingga menjadi mahasiswa yang kritis, kreatif dan kontributif bagi bangsa dan negara.

Dr. Yoga Pradana, dalam materinya menjelaskan, terdapat empat kegiatan Aldera, yakni mengadvokasi hak-hak rakyat rakyat yang tanahnya dirampas, dan menolak gagasan stabilitas politik menurut rezim Soeharto.

Selain itu menolak sistem ekonomi kapasitas rezim orde baru dan menggagas calon alternatif mengisi gerakan siaga.

Di sisi lain, Dr. Jeskial menyampaikan sejumlah poin penting, mengenai Aldera, seperti hubungan mengenai tokoh figur yang merupakan aktivis Politisi Indonesia saat ini, yakni Dr. Pius Lustrilanang.

“Aldera dan bung Pius seperti senyawa air. Aldera tanpa bung Pius dalam buku tersebut menceritakan ia seperti kip zonder kop dalam bahasa Belanda yang artinya ayam tanpa kepala. Jadi berbicara Aldera dan bung Pius tidak dapat dipisahkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kuliah umum yang digelar berkaitan dengan sejarah Aldera (potret gerakan politik kaum muda 1993-1999) untuk pencerahan seluruh civitas akademika yang hadir mengikuti kegiatan.