Sementara itu Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat sambutan peresmian menyatakan inti dari koperasi adalah kerjasama. “Bukan kamu, bukan dia tapi kita. Kita bangun koperasi dengan tujuan memberi banyak manfaat bagi banyak orang. Seperti namanya “swastisari” artinya inti kebenaran dan ilmu pengetahuan,” tandas Nae Soi.
Ia juga mengusulkan agar koperasi tidak hanya kredit dalam bentuk uang, tapi juga dengan kebutuhan pokok masyarakat.”Koperasi buka toko ataupun supermarket sendiri yang menyediakan kebutuhan pokok anggota. Dapat melengkapi kebutuhan masing-masing anggota,” usulnya.
Wakil Gubernur yang juga pengusaha ini sangat memuji pergerakan cepat kopdit swastisari. Menurut dia koperasi ini layak dipuji.”Koperasi yang bergerak luar biasa,pencapaiannya sungguh besar dan tersebar di seluruh Indonesia bahkan saat ini sudah memiliki aset tanah di Ibu Kota Negara yang baru di Kalimantan. Keberhasilan anda keberhasilan kami juga,” puji dia.
Terhadap pencapaian ini Nae Soi katakan bangga pasti, sombong juga boleh, asal jangan congkak. Artinya, sombong dengan apa yang diraih atau dimiliki bisa memotivasi orang lain untuk bergerak lebih maju. Asalkan jangan congkak apalagi bengak. Sebagai pemerintah ia tegaskan jika ada oknum yang gunakan koperasi untuk memanfaatkan atau merugikan orang lain, maka Pemprov tidak akan segan-segan untuk bertindak tegas.





Tinggalkan Balasan