Kupang, KN – Sejumlah rumah warga di Perumahan Palma Hill, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur terdampak residu dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kupang.
Residu merupakan ampas dari hasil pembakaran yang keluar melalui cerobong, dan menyebar ke perumahan warga sejak Kamis 12 Januari 2023 malam.
Manager PLTD Unit Tenau Kupang, Mardedi Mone mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan survei ke rumah warga.
“Tadi pagi kami sudah respon informasi yang beredar tadi malam. Kami sempat kaget, karena ada dampak residu kepada warga,” ujar Mardedi Mone, Jumat 13 Januari 2023.
Menurut Merdedi, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan warga, kelurahan dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah setempat.
“Kita sudah koordinasi dengan warga dan RT setempat, disaksikan Babinsa untuk memastikan dampak residu terhadap rumah warga,” jelasnya.
“Listrik merupakan hal utama yang sangat penting. Namun hal ini tetap menjadi perhatian PLTD terhadap dampak yang ditimbulkan,” tambahnya.
Dia menjadikan, PLTD akan melakukan evaluasi terkait cerobong exhaust dari hasil pembakaran, agar mengurangi sisa-sisa pembakaran untuk tidak lagi bertebaran ke perumahan warga.
“Terkait ini PLTD melakukan kajian untuk modifikasi cerobong dan mengambil langkah antisipasi untuk membuat penghalang sehingga residu tidak langsung masuk ke perumahan warga dan halaman sekitarnya,” terangnya.
Berikutnya strategi jangka panjang
Selain itu, kata dia, ada strategi jangka panjang yang telah direncanakan pihak PLTD, yakni di sisi cerobong akan dilakukan modifikasi untuk menghindari tersebarnya residu.
“Mesin ini tetap suplai listrik untuk masyarakat tidak menghindari juga dampak lingkungan yang menjadi perhatian biar semuanya dapat terakomodir,” pungkasnya.
Riesta Megasari, warga yang terdampak residu di Alak, mengaku pihaknya sudah melakukan pertemuan bersama PLTD, RT dan Babinsa pagi tadi.
“Nanti di data warga- warga yang terdampak, dan PLTD akan berikan kompensasi juga kepada warga yang memiliki UMKM akan diperhatikan juga,” jelasnya.
Ia menerangkan, sebulan terakhir warga sekitar terdampak residu, karena cerobongnya sangat dekat dengan perumahan warga. Sehingga residu beterbangan ke halaman rumah, bahkan masuk kedalam rumah warga.
Selaku masyarakat, mereka merasa senang, karena pihak PLTD merespon cepat dari PLTD, dan memberikan solusi serta bantuan kepada masyarakat.
“Mereka juga janji akan membuat penghalang, agar residu tidak lagi menyebar ke perumahan kami,” pungkasnya. (Dasry/Ratna/Sesil/Aldo)





Tinggalkan Balasan