Kupang, KN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah NTT melaksanakan kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) II dan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) V Tahun 2023.
Kegiatan itu berlangsung di Gedung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTT selama 2 hari, sejak tanggal 7 hingga 8 Januari 2023.
Kegiatan dengan tema “Mengokohkan Solidaritas dan Semangat Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Umat dan Bangsa” ini dipimpin oleh Ustadz Abdullah Syahrul, selaku ketua DPW Wahdah Islamiyah Provinsi NTT.
Pembukaan kegiatan Muswil dan Muskerwil dihadiri Mayor Sadirman yang mewakili Korem 161 Wira Sakti, Rener Ishak Lerik, Ph.D dari Bidang Penelitian MUI Kota Kupang dan para pengurus dan jamaah Wahdah Islamiyah NTT.
Muswil Wahdah Islamiyah NTT merupakan musyawarah yang digelar 5 tahun sekali dalam rangka pemilihan ketua dan kepengurusan baru.
Pemilihan Ketua baru sebagai pengganti ketua Lama yang akan melanjutkan program-program kerja wahdah Islamiyah NTT yang diputuskan atau ditetapkan dalam Musyawarah Kerja Wilayah atau Mukerwil. Namun belum diketahui secara pasti siapa ketua terpilih kali ini.
Program Wahdah Islamiyah sendiri bersinergi dengan Pemerintah, sehingga yang menjadi program pemerintah juga merupakan program dari Wahdah Islamiyah guna mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
Selain pemilihan ketua baru, Muswil dan Mukerwil Wahdah Islamiyah ini bertujuan untuk memaparkan program-program kerja dari organisasi Wahdah Islamiyah yang akan dikerjakan kedepan.
Sehingga pemilihan ketua tentu dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yang menjadi persyaratan utama, diantaranya faktor umur minimal 30 tahun, selanjutnya memiliki pengalaman dalam kepengurusan organisasi, atau dengan kata lain pernah menjabat sebagai pengurus daerah.
Ketua DPW Wahdah Islamiyah NTT, Ustadz Abdullah Syahrul, yang memimpin sejak tahun 2018 ini mengatakan Organisasi Wahdah Islamiyah NTT berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan dibawah pimpinan Doktor Muhammad Zaitun Rasmin.
Dia menjelaskan, berdasarkan data terakhir, jumlah anggota jamaaah Wahdah Islamiyah di Provinsi NTT hingga saat ini berjumlah sekitar 200 orang,
“Terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan saat ini telah memiliki perwakilan di wilayah Kabupaten di Provinsi NTT, yakni Kota Kupang, Nagekeo, Ende, Lembata, Kab. Kupang dan terakhir Flores Timur,” pungkasnya.(*)







Tinggalkan Balasan