Kupang, KN – Korem 161/Wira Sakti Kupang, Nusa Tenggara Timur mengadakan acara Natal Bersama di Hotel Ima Kupang, Kamis 5 Januari 2023. 

Perayaan Natal Bersama dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat.

Perayaan Natal Bersama digelar untuk meningkatkan kualitas iman para anggota, di tengah dunia yang terus mengalami perubahan.

Momentum Natal dimaknai Korem 161/WS Kupang dengan melakukan berbagai kegiatan sosial. Diantaranya mengunjungi sejumlah Panti Asuhan di Kota Kupang.

Selain mengunjungi Panti Asuhan, kegiatan sosial lain yang dilakukan adalah menggelar Nonton Bareng (Nobar), dengan melibatkan 100 orang anak yatim piatu.

“Kegiatan ini sangat penting, karena mereka juga bagian dari kehidupan kita,” ujar Kepala Staf Korem (Kasrem) 161/WS Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi dalam sambutannya.

“Sedangkan hari ini adalah kegiatan Natal Bersama yang dihadiri berbagai elemen pemerintah, umat, dan saudara – saudari kita dari Panti Asuhan,” jelasnya menambahkan.

Menurutnya, pengabdian Korem 161/WS Kupang selama satu tahun terakhir sudah dievaluasi. Meski banyak hal yang sudah dibuat, namun dinilai masih jauh dari kata ideal.

“Jadi kesempatan ini kami sampaikan permohonan maaf. Apabila selama satu tahun pelayanan kurang berkenan di hati masyarakat, kami sampaikan maaf,” pinta Kolonel Simon Petrus.

Meski demikian, Kolonel Simon mengakui, jika pihaknya tetap menjadi bagian dari golongan masyarakat yang dipimpin oleh Gubernur dan seluruh Frokompinda di NTT.

“Sehingga kami akan buktikan bahwa Korem 161/WS Kupang bisa diandalkan di tahun 2023 dan tahun-tahun yang akan datang,” tegasnya.

Berikutnya Lanjutkan Program Kelor

Mengawali tahun 2023, kata dia, Korem 161/WS Kupang akan melakukan sejumlah gebrakan yang sejalan dengan program kerja Pemerintah Provinsi NTT, salah satunya kelor.

“Jadi kita akan mengirim minimal 5 ton kelor ke China mulai minggu depan. Artinya program yang dijalankan gubernur saat ini sudah meningkat,” ungkapnya.

Program lain yang akan dilakukan Korem di tahun 2023 adalah melakukan normalisasi sungai-sungai di wilayah NTT dengan program bambu lestari.

“Kita akan siapkan dan rapat sore ini bersama unsur terkait. Kami akan memulai, sambil menatap apa yang terjadi di tahun berikut untuk masyarakat, bangsa dan negara,” terangnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskidat mengatakan, sejak kelahiran Yesus, konsep pembangunan baru meletakan damai sejahtera.

“Dan damai sejahtera itu harus ada juruselamat. Sehingga kita harus menjadi jususelamat dengan jalan lain,” ungkap Gubernur Laiskodat dalam sambutannya.

Kepada TNI-POLRI, Viktor Laiskodat berharap agar semua program yang dijalankan bisa menjadi juruselamat, dan menunjukan jalan damai sejahtera dalam membangun Provinsi NTT.

“Saya dorong agar Natal ini bukan hanya dirayakan dengan semangat bicara bahasa abstrak seperti damai sejahtera dan jalan yang benar. Tetapi itu harus dikonkrotkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, yang menjadi kekurangan adalah selalu berbicara abstrak tanpa berpikir konkritnya. Karena sirkulasi peradaban manusia, mulai dari konkrit ke abstrak, dan abstrak ke konkrit.

“Karena itu saya dorong terus untuk kita hidup dalam keragaman, bangun perspektif yang banyak, sehingga kita bisa membangun NTT,” tandasnya. (Ratna/Veronika).