Kupang, KN – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta para suster di Kongregrasi DCPB menanam 1000 pohon kelor.

Ia menyebut, Kelor adalah pohon ajaib yang cocok dikembangkan di NTT, dan memiliki sumber nutrisi yang tinggi bagi ibu hamil dan menyusui.

“Saya berharap adanya dukungan besar dari para suster ikut menanam Pohon Kelor sebanyak 1000 pohon,” kata Gubernur NTT saat bertemu para suster dari Kongregasi DCPB, Selasa 3 Januari 2022.

Gubernur menyebut, Kelor penting untuk dikembangkan secara masif di NTT untuk mendukung pertumbuhan generasi yang cerdas.

“Kelor sangat cocok juga untuk dibudidayakan dalam mendukung penyiapan generasi cerdas NTT,” jelasnya.

Sementara itu, Suster Kepala DCPB (Daughters of Charity Of The Most Precious Blood) Sr. Elsy Morely mengatakan bahwa untuk ajakan Gubernur NTT, maka para suster menyambut dengan responsif dan antusias untuk bekerja sama membangun NTT.

“Kami senang Bapak bisa mengajak kami, ini kesempatan baik bagi kami untuk terus menunjukkan karya terbaik, ikut membangun bangsa dan daerah ini,” ujarnya.

“Kami siap bekerja sama, karena kami yakin kerja seperti ini akan menjadi berkat bagi sesama, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTT sendiri. Terima kasih karena begitu besar perhatian dari Bapak Gubernur untuk mendukung pelayanan dari Suster-suster Kongregasi DCPB di NTT,” sambung Suster Morely yang dilahirkan di Provinsi Kerala Selatan, India ini.

Ia berharap agar Gubernur Laiskodat dapat hadir dan memberi pencerahan bagi Perayaan Misa Yubelium 150 Tahun berdirinya Kongregasi DCPB di Dunia.

“Kami mohon Bapak dapat mengambil kesempatan untuk berkenan hadir pada acara tersebut, yang akan berlangsung pada Hari Jumat, 6 Januari 2023 mendatang, momnetum tersebut akan memberi inspirasi dan energi positif bagi kami untuk tetap bersemangat melayani dan terus membangun kerjsama membangun NTT”, harap Suster Morely.

Untuk diketahui, Kongregasi DCPB berpusat di Italia terdapat 3 lokasi di NTT, dengan berpusat di Sikumana, Novisietnya berlokasi di Oesao Kabupaten Kupang dan Rumah Postulan di Haukoto- Fatukoa. (*)