Mantan Kadis Kesehatan dan Dukcapil Provinsi NTT ini menambahkan, kecepatan atlet saat ini masih jauh dari harapan. Jika atlet-atlet ini dibina dengan baik, maka mereka bisa siap menghadapi PON 2024 dan 2028.

“Setelah ini, kita akan membuat open tournament untuk NTT. Jadi teman-teman Kabupaten/Kota bisa berhubungan dengan IPSI Provinsi untuk mempersiapkan atlet. Jadi prinsipnya kita akan buat pertandingan minimal untuk Provinsi 2 tahun sekali. Sedangkan untuk Kabupaten/Kota, saya dorong 3 kali setahun,” tutup Ketua Pengprov IPSI NTT dr. Meserasi Ataupah.

Sekretaris Pengprov IPSI NTT Ferdi Amate mengatakan, dari 15 kelas cabor Pencak Silat, total ada 20 emas, 19 perak dan 35 perunggu yang diperoleh masing-masing atlet.

“Tiga Kabupaten yakni Sumba Timur, Rote, Ngada, dan Manggarai Timur tidak memperoleh medali di Cabang Olahraga Pencak Silat,” ungkapnya.

Sedangkan Kota Kupang meraih 6 emas dan 2 perunggu, TTU meraih 1 emas, 4 perak dan 3 perunggu, TTS meraih 4 perak dan 3 perunggu, Sumba Tengah 1 perunggu, Sikka 3 emas 1 perak 1 perunggu, SBD 1 perak, Sabu Raijua 1 Perak 1 Perunggu, Nagekeo 1 emas 3 perak 4 perunggu, Manggagrai 1 perak, Malaka 1 Perunggu, Manggarai Barat 1 emas, Lembata 1 emas 2 perunggu, Kabupaten Kupang 1 emas 3 perak 7 perunggu, Flores Timur 1 perunggu, Ende 1 emas 3 perunggu, Belu 4 emas 3 perunggu, dan Alor 1 emas 1 perak 1 perunggu. (*)