Reinhard Riwu Kahi Djo, Kasubdiv Parekraf dan Desa Binaan Direktorat Kredit Bank NTT, sebagai pendamping UMKM, bersama sejumlah staf dan pemilik UMKM, sigap melayani setiap pengunjung. Terbanyak, mereka suka akan motif serta produk turunan dari tenun khas Manggarai, dan juga aneka camilan dan makanan ringan lainnya. Bahkan beberapa pengunjung yang berkebangsaan asing, sangat suka akan cita rasanya.
“Dalam pameran industri pariwisata ini kita membawa serta 24 UMKM dari Manggarai Barat, Labuan Bajo dengan berbagai macam produk yang dijual yaitu kuliner, wastra dan kriya,” jelas Rey.
Untuk diketahui bahwa dalam rangka mendorong promosi pemasaran produk pariwisata dan ekonomi kreatif di area Flores, Alor, Lembata dan Bima (Floratama), maka BPOLBF menyelenggarakan pameran industri pariwisata dan ekonomi kreatif ‘Exotic NTT: Pasar Floratama Exhibition’.
Dan pameran ini juga merupakan salah satu upaya yang sejalan dengan arahan program Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang bertujuan untuk mengembangkan dan memperkuat brand awarness terhadap potensi produk lokal sehingga mendorong penggunan-penggunan produk tersebut oleh masyarakat Indonesia.





Tinggalkan Balasan