“Jadi adanya BOS-Kin dengan jumlah Rp45-132 juta ini dari tingkat SD sampai dengan SMA/SMK tiap tahunnya, pastinya sudah sangat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan,” terangnya.

Ia menerangkan, satuan pendidikan yang berpredikat sebagai sekolah penggerak akan mendapatkan banyak menu fasilitas dalam pemberdayaan dan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru-guru, terutama dalam literasi, numerasi dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Menurut Dosen Sosiologi Pendidikan Unika St. Paulus Ruteng itu, kemauan politik dan kemauan baik dari pemerintah daerah Manggarai Timur dalam menyambut Program Sekolah/Guru Penggerak dan IKM menjadi kunci utama.

“Pemerintah Manggarai Timur telah menunjukkan komitmen yang tinggi dengan menandatangani pakta integritas dalam menyukseskan IKM,” jelasnya.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Pemda Manggarai Timur harus menjadi praktik baik (best practices), sekaligus role model bagi kabupten lain di Indonesia dalam hal keberpihakan pada ranah pendidikan,” tambahnya.