Di samping itu, lulusan-lulusan luar negeri pun sudah antri untuk mendapatkan pekerjaan di dalam negeri. Tantangan-tantangan ini hanya bisa dihadapi dengan cara melakukan transformasi dalam tubuh perguruan tinggi Katolik di Indonesia.
“Agar kita tidak terseret dalam turbulensi tadi, kita diuntungkan oleh ajaran sosial gereja yang selalu diperbarui. Jadi ada titik terang, ada kompas atau ada arahan. Kita harus ke sana dan kembali untuk berkontribusi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Santo Arnoldus Janssen (Yapenkar) P. Yulius Yasinto, SVD mengatakan, misi dasar APTIK adalah untuk menyatukan Perguruan Tinggi Katolik yang ada, guna mengejar tujuan yang sama yakni menyelenggarakan pendidikan Katolik yang sesuai dengan ajaran Gereja, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa sekat.
Semua anggota yang terhimpun di dalam APTIK menerima mahasiswa tanpa mamandang suku, agama, dan latar belakang. Kerja sama antar perguruan tinggi APTIK juga dilakukan dalam berbagai bidang yakni di bidang pembelajaran, penelitian, pemberdayaan masyarakat, komitmen ekologi dan lingkungan, pelayanan mahasiswa melalui kampus ministry, dan pengembangan platform digital pembelajaran.





Tinggalkan Balasan