“Jadi kami saling mengisi. Yang punya kekuatan di bidang tertentu, membantu anggota lain yang mungkin punya kekurangan di bidang tertentu, jadi kami saling mengisi selama ini,” ujar Pater Yul.

Ia mengatakan, setelah sukses menggelar kegiatan APTIK pada tahun 2003 dan 2015, tahun 2022 ini Unwira kembali dipercayakan menjadi tuan rumah Hari Studi APTIK. Tema yang diusung adalah Transformasi Pendidikan Tinggi Katolik, Berdasarkan Ajaran Sosial Gereja dalam Konteks Dinamika Terbaru Masyarakat Indonesia dan Berbagai Tantangannya.

“22 anggota APTIK akan menghadiri kegiatan ini. Pembukaan dilaksanakan di Unwira, dan seluruh kegiatan diskusi akan dilakukan di Hotel Kristal dari pagi sampai dengan sore hari,” jelasnya.

Sekretaris APTIK Drs. Kasdin Sihotang, M.Hum mengatakan, Hari Studi APTIK yang dilaksanakan di Kota Kupang juga membahas program kerja APTIK tahun 2023, serta program kerja jaringan kemahasiswaan, pengabdian, dan pengajaran di antara semua anggota APTIK.

“Sekarang lagi ramai dibahas UU Sisdiknas. Hal ini yang akan dibahas dan bagaimana APTIK merespons kebijakan ini, atau persoalan-persoalan bangsa yang lain,” kata Sihotang.

Ketua Panitia penyelenggara Hari Studi APTIK 2022 P. Egidius Taimenas, SVD, S.Fil, M.H, mengatakan, sebagai panitia pelaksana, pihaknya akan bekerja maksimal untuk mensukseskan kegiatan APTIK.

“Kami tidak bekerja sendi, tapi kami selalu bekerja bersama pengurus APTIK sebagai penyelenggara utamanya,” ujar Pater Egi.

Dia menjelaskan kegiatan Hari Studi APTIK akan dilaksanakan selama 2 hari yakni dimulai pada Jumat 21 Oktober hingga Sabtu 22 Oktober 2022.

Pada hari terakhir, pihaknya akan mengunjungi Desa Baumata. Diharapkan, kunjungan APTIK ke Desa Baumata bisa memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

“Kami akan kerja maksimal untuk melancarkan kegiatan ini. Kami juga selalu berkoordinasi dengan pimpinan pengurus APTIK, sehingga apa yang dijalankan merupakan hasil dari kesepakatan dan keputusan bersama,” tandasnya. (*)