“Provinsi NTT ini setiap tahun memiliki investasi anggaran sebesar 42 triliun dari APBD kita. Kita harus manfaatkan dengan maksimal untuk kelola anggaran itu dengan produktifitas yang tinggi serta efektif. Itu ciri khas orang yang tekad kuat. Walaupun dengan anggaran yang sedikit tetapi bisa kerja maksimal,” sambungnya.
“Tahun depan itu kita akan masuk dalam krisis pangan dan energi. Oleh karena itu Presiden meminta kami Para Gubernur untuk melakukan percepatan pembangunan dalam kesiapan menghadapi krisis pangan dan energi tersebut. Maka itu saya terus melakukan rapat kerja di setiap kabupaten agar kita ada dalam satu kesatuan gerakan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur meminta agar pengembangan program di masyarakat harus dikembangkan lebih meningkat lagi diantaranya pengembangan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) untuk mengentaskan kemiskinan serta budidaya hortikultura untuk membantu pengendalian inflasi.
“Untuk itu maka kita manfaatkan dengan baik semua lahan yang kita miliki sehingga produktifitas kita maksimal. Dalam menghadapi krisis pangan bukan hanya produktifitas beras saja tetapi juga denganĀ pengembangan sorgum yang diminta langsung Bapak Presiden untuk dikembangkan lebih lanjut di NTT,” jelasnya.





Tinggalkan Balasan