Laurens mengatakan tujuan digelarnya diskusi ini adalah untuk memperoleh masukan-masukan yang konstruktif demi perbaikan kinerja pemerintah Provinsi NTT.
“Dari diskusi ini tentu kita bisa melihat capaian-capaian Pemprov NTT selama 4 tahun di bawah kepemimpinan Viktory-Joss,” kata Laurens.
Pemimpin redaksi SelatanIndonesia.com ini mengatakan NTT masih bergelut dengan berbagai persoalan yang menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak saja pemerintah.
Saat ini provinsi terselatan NKRI ini bergelut dengan angka kemiskinan yang masih tinggi, pengangguran, kelaparan, gizi buruk, stunting dan human trafficking.
NTT juga masih terbelit masalah buruknya tingkat kesehatan ibu dan anak, DBD yang terus meneror, masalah sanitasi, serta parahnya infrastruktur jalan, jembatan, listrik dan air.
“Termasuk masalah SDM yang juga mendapat perhatian lebih, karena rendahnya tingkat literasi di beberapa wilayah di NTT. Ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, sehingga melalui momen ini, diharapkan adanya masukan-masukan agar menjadi guideline bagi pemerintah membuat terobosan baru,” kata Laurens didampingi Sekretaris Panitia Pelaksana, Ama Beding.





Tinggalkan Balasan