Sugeng Sri Widodo selaku General Manager Pemberdayaan & Pengembangan Zakat Dompet Dhuafa mengatakan, program bagi masyarakat di Desa Batu Cernin ini menjadi model pemberdayaan ekonomi yang dapat melengkapi dan menguatkan kegiatan usaha kelompok masyarakat setempat serta meningkatkan peran strategis masyarakat lokal khususnya penyediaan air bersih.
Tidak hanya bagi penduduk penerima manfaat program ekonomi ini, tapi juga diharapkan mampu membuka peluang pasar pengguna air siap minum untuk lintas Desa, Kabupaten disekitarnya.
Dompet Dhuafa selain berperan menjalankan amanah program mitra PT SMI Persero, tindakan lanjutan program bersama PT Manna Gtoup Indonesia juga BUMDes Batu Cetmin sebagai pendamping teknis, tata kelola manajemen produksi, pemasaran hingga penguatan kelembagaan pelaksana dg stakeholder.
“Produk program berupa air bersih siap minum ini adalah upaya mengembangkan desa agar desa lebih mampu meningkatkan pendapatan bagi masyarakat,” papar Sugeng Sri Widodo selaku General Manager Pemberdayaan & Pengembangan Zakat Dompet Dhuafa.
Di sisi lain, Dompet Dhuafa berharap program ini mampu mengurangi angka stunting yang terjadi di wilayah Manggarai Barat akibat sulitnya mengakses air bersih untuk dikonsumsi masyarakat.
Faktanya, masih ditemui masalah-masalah kesehatan terkait kekurangan air bersih di Kabupaten Manggarai Barat, seperti stunting sebesar 12,3%, underweight sebesar 19,6%, dan wasting pada balita sebesar 8,6%.
Di samping itu, data Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ada sekitar 1,15 juta masyarakat atau 20,90% populasi masyarakat NTT yang hidup dalam kemiskinan.
Diharapkan dengan adanya program Clean Drinking Water Impact Investing Model ini mampu menjawab tantangan penyediaan air bersih di khususnya di Labuan Bajo. Selain itu, dengan dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan masyarakat secara bersamaan, diharapkan program ini juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masayarakat sekitarnya. (*/KN)







Tinggalkan Balasan