Anggaran untuk keempat paket proyek tersebut, bernilai mencapai Rp1,485 Miliar. Adrianus pun diminta oleh Istri Bupati Nabit untuk menyetor fee sebesar 5% dari Rp1 Miliar atau Rp 50 juta yang dibayarkan di awal.
“Kami sepakat 5% itu dari nilai Rp1 Miliar. Sedangkan lebihnya senilai Rp485 juta tidak dipotong, karena saya dulu tim sukses. Itu jadi balas jasa tim sukses,” jelas Adrianus.
Namun ia mengaku kecewa karena tidak mendapat proyek. Karena tidak dapat proyek APBD, Adrianus kemudian meminta RS untuk mengembalikan uang senilai Rp50 Juta tersebut.
Kemudian pada tanggal 13 Agustus 2022, dirinya mendapat transferan uang ke rekeningnya dari RS berjumlah Rp30 Juta dan Rp10 Juta sebanyak dua kali.
“Saya sempat disuruh THL itu bertemu dengan kontraktor berinisial WK dan TN, hanya saya bingung ketemu untuk apa terus dengan mereka. WK dan TN ini yang tukang bagi proyek di Manggarai ini pak,” katanya.
Ia juga mengaku bahwa pada tahun 2021 lalu, dirinya pernah mengerjakan proyek dan juga mendapatkan perlakuan yang sama.





Tinggalkan Balasan