“Anak-anak mau wisuda, dan mau praktek, butuh banyak biaya. Untuk biaya lahan, pembimbing, rumah sakit, bidan dan lain sebagainya,” kata Semuel kepada wartawan di Kupang, Sabtu 27 Agustus 2022.
Menurutnya, niat Gubernur NTT untuk membiayai para mahasiswa yang kurang mampu patut diapresiasi. Namun, kendala-kendala seperti ini memberatkan pihak Yayasan.
Sedangkan pihak Yayasan juga sedang membiayai lebih dari 100 orang yang kuliah secara gratis di Stikes maupun Akper Maranatha.
Sementara itu, Ketua Stikes Maranatha Kupang Stefanus Mendes Kiik menyampaikan, upaya penagihan hingga audiens dengan Gubernur NTT sampai saat ini belum juga membuahkan hasil.
“Mulai bulan Februari sampe September sudah 5 sampai 6 kali. Sudah datang (ke Kantor Gubernur NTT), tapi tidak bertemu,” jelasnya.
Melalui media, pihak Yayasan meminta agar Pemprov NTT merespons kesulitan yang mereka hadapi saat ini, demi masa depan 157 mahasiswa yang saat ini mengenyam pendidikan di Stikes dan Akper Maranatha Kupang.
Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT Drs. Zakarias Moruk yang dikonfirmasi Koranntt.com belum memberikan respons.





Tinggalkan Balasan