Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi NTT Domu Warandoy SH, MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa dampak perubahan iklim telah dirasakan hampir di seluruh belahan bumi. Partisipasi masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi sangat dibutuhkan dalam prakteknya.
“Perubahan iklim memiliki korelasi yang erat dengan kesetaraan gender, khususnya dengan peran perempuan masa kini yang tidak hanya memegang tanggungjawab sebagai penyedia kebutuhan domestik keluarga,tetapi semakin banyak yang memiliki peran sosial di luar rumah,” kata Domu.
Perempuan mendapat tambahan beban dari perubahan iklim ketika mereka harus berjalan lebih jauh lagi untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan domestik, Domu memberi contoh.
Pemerintah Provinsi NTT sudah memiliki komitmen untuk menjawab tantangan dalam upaya pengarustamaan gender yang diharapkan akan mendorong peran perempuan dalam adaptasi perubahan iklim. Data menunjukkan Indeks Pemberdayaan Gender NTT memang masih di bawah rata-rata angka nasional, yaitu 74.53 pada 2021.





Tinggalkan Balasan