Kupang, KN – Sejumlah pengurus Kamar Dagang dan Industri atau KADIN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2021-2026 resmi dilantik di Aula El Tari Kupang, Senin 11 Juli 2022.

Proses pelantikan pengurus KADIN NTT diawali dengan penyerahan petaka dari Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, kepada Ketua KADIN NTT, Bobby Liyanto.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat yang hadir saat itu menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh pengurus KADIN NTT yang telah resmi dilantik oleh Ketua KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid.

“Saya sampaikan selamat kepada ketua dan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang hari ini telah resmi dilantik,” ujar Gubernur Laiskodat.

Menurut Gubernur Laiskodat, KADIN NTT sejauh ini telah bekerja keras dalam upaya membantu pemerintah untuk sama sama membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Terima kasih juga kepada ketua dan seluruh pengurus KADIN NTT, karena sudah bekerja secara baik untuk membantu pembangunan di Provinsi NTT,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Kelor merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan dan dibudidaya oleh KADIN NTT, dalam upaya menekan angka Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Jadi saya minta KADIN NTT untuk menyiapkan lahan seluas 500 hektar untuk melakukan budidaya kelor. Selain itu harus memperhatikan seluruh kekayaan alam dan sektor pariwisata yang ada di NTT,” pungkasnya.

Menanggapai permintaan Gubernur NTT, Ketua KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, pihaknya akan coba untuk memperjuangkan permintaan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Kalau untuk Kelor kita akan coba perjuangkan. Jadi saya harapkan KADIN NTT di bawah kepemimpinan Pak Bobby Liyanto untuk kami sama-sama perjuangkan ini,” ungkap Arsjad Rasjid.

Menurut Arsjad, ia sangat bangga hadir di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melantik para pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT.

Dia menjelaskan, usai dilantik, pengurus KADIN NTT harus segera action untuk perang melawan kemiskinan dan ekonomi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).