“Bank NTT Cabang Atambua terus mendukung program pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian, baik Padi maupun Jagung, dengan menyalurkan kredit merdeka selama semester pertama untuk petani sebesar Rp1,151 Miliar,” ungkap Adrianus Pontus.

Menurutnya, dana tersebut termasuk untuk sektor pertanian khusus di persawahan Lamaksenulu serta Makir senilai Rp298 Juta, dan telah dilakukan panen perdana. Proses penyelesaian pinjaman pun telah diselesaikan dengan baik.

Pinca Bank NTT Atambua menjelaskan, Bank NTT mendukung penuh program Belu Berbunga. Karena itu, Bank NTT memberikan dana CSR (Corporate Social Responsibility) bidang lingkungan senilai Rp288.067.000 untuk penataan Taman Kota Simpang Lima. Sesuai dengan rencana, TP. PKK Kabupaten Belu, taman ini akan resmi digunakan pada tanggal 17 Agustus 2022.

Dalam laporannya, Pemimpin Cabang Atambua Adrianus M. Pontus menyampaikan, Bank NTT terus berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Belu, Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat serta pelaku UMKM di 5 desa yang akan menjadi Desa Binaan Bank NTT Tahun 2022, yakni Desa Fatulotu, Desa Dua Lasi Railulun, Desa Dua Rato, Desa Dirun, dan Desa Kabuna.

“Kita sama-sama berkolaborasi untuk menata setiap desa agar layak dijadikan destinasi pariwisata, sebagai lokomotif bagi UMKM dan geliat ekonomi di desa-desa tersebut,” katanya.

Bank NTT Cabang Atambua juga turut serta dalam pengendalian Stunting, dalam rangka HUT ke-60 PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur pada tanggal 17 Juli 2022.

Tahun ini, Bank NTT Atambua dan Dinas Kesehatan serta TP. PKK Kabupaten Belu mengintervensi 298 anak, dengan total dana senilai Rp89.400.000 selama satu bulan.

“Selanjutnya nanti selama 6 bulan ke depan, kami akan menyisihkan dana Rp300.000 per orang dari gaji 80 pengawai Bank NTT untuk melanjutkan program pengendalian Stunting bagi anak-anak di Kabupaten Belu. Kami berharap ini dapat menginspirasi semua stakeholder untuk bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk bersama-sama bekerja mengenda persoalan stunting,” jelas Adrianus.